Jumat, 28 Maret 2014

Assigment 1 ( Bahasa Inggris Bisnis 2 )


YOGYAKARTA

Yogyakarta (often also called Jogja or Yogya), located in middle of Java Island, Indonesia is a fascinating city, a unique combination of ancient temples, history, traditions, culture, and the natural phenomenon. Many say that a single visit to Jogja is never enough. This is why Jogja is the second most visited destination in Indonesia, next to Bali.

Diversity of religious ceremonies, and culture of various religions and supported by artistic creativity and hospitality of the people, make Yogyakarta an unforgettable experience. The distance between the location of attractions is easy to be reached very favorable if you who want to vacation, and everything is cheap in Yogyakarta. Here are top tourist attractions in Yogyakarta you must visit:

1.      Borobudur Temple
Borobudur is the biggest Buddhist temple in the world. Thousands of foreign tourists are willing to travel thousands of miles just to see the masterpiece that became one of the seven wonders of the world. Borobudur temple is mesmerizing anyone who sees it. This magnificent Buddhist temple containing an array of six square terraces over which the three circular courtyard. The walls are decorated with 2672 relief panels and 502 Buddha statues. The main and biggest stupa located in the middle and surrounded by 72 perforated stupas in which there are statues of Buddha. It is said that visitors who could hold the statues in the stupa, will get a fortune. Borobudur was built in the 8th century and 9th. So, this historic building has been there 300 years before Cambodia's Angkor Wat and 400 years before the cathedrals building in Europe. Borobudur is a UNESCO World Heritage Site.

2.      Prambanan Temple
Prambanan Temple is a beautiful Hindu temple in the world. Prambanan temple is one of the UNESCO World Heritage Site. Prambanan temple is extraordinarily beautiful building constructed in the tenth century during the reigns of two kings namely Rakai Pikatan and Rakai Balitung. Soaring up to 47 meters (5 meters higher than Borobudur temple), the foundation of this temple has fulfilled the desire of the founder to show Hindu triumph in Java Island. This temple is located 17 kilometers from the city center, among an area that now functions as beautiful park. Prambanan temple has three main temples in the primary yard, namely Vishnu, Brahma, and Shiva temples. 

3.      Malioboro
Malioboro is a must visit while in Yogyakarta. Malioboro is the central gathering of artists from various universities, young men and women, a gathering place for accessories and various knick knacks, a gathering place for tourists, and a gathering place for sellers and buyers. Malioboro place was never empty of visitors from morning till night. In malioboro you can buy desirable range of merchandise ranging from beautiful accessories, unique souvenirs, classic batik, gold and gems to household appliances. For souvenir fans, Malioboro can be a fun hunting paradise. Walking on the shoulder of the road while bargaining a variety of goods sold by street vendors, will be a special experience. Variety of locally made souvenirs like batik, rattan ornament, silver, bamboo handicrafts, leather puppets, blangkon, miniature of traditional vehicles, accessories, until key chains, all can be found easily.

4.      Parangtritis Beach
Parangtritis are beautiful beaches, rolling waves and strong winds hitting the body. Parangtritis Beach is very closely related to the legend of Ratu Kidul (Queen of South). Many Javanese people believe that Parangtritis Beach is the gate of Ratu Kidul’s magical kingdom who controls the southern sea. The most popular beach in Yogyakarta provides a complete range of facilities such as lodging, mosque, public toilets, dining, beach monitoring team. Travelers also could try sport who spur the adrenalin such as rock climbing, paragliding and hang gliding at this beach.

5.      Keraton Yogyakarta (Palace of Yogyakarta)

Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat or now better known by the name of Yogyakarta Palace is the center of Javanese culture living museum that is in the Special Region Yogykarta. Not just becomes the place to live for the king and his family, the palace is also a main direction of cultural development of Java, as well as the flame guard of the culture. At this place tourists can learn and see directly on how the Javanese culture continues to live and be preserved. There are many things that can be seen at Yogyakarta Palace, ranging from the activity of servants in the palace who are doing the job or to see properties collection of the palace. Collections are kept in glass boxes that are spread various rooms ranging from ceramics and glassware, weapons, photographs, miniatures and replicas, to various kinds of batik and its deorama of the making process. 

It is top tourist attractions in Yogyakarta you must visit. I hope you can visit Yogyakarta and you can enjoy its natural beauty.


NINDI ARYANI (25211179/3EB03)

Source :

Rabu, 23 Oktober 2013

BAHASA INDONESIA TUGAS 3


Membandingkan Struktur Penulisan Skripsi Dari 3 Universitas

Nama Kelompok : 
NINDI ARYANI         (25211179)
NUR RATNA              (25211322)
SANDRA PERUCHA (29211055)
SITI AISAH                (26211797)
SYLVI FARADIBA     (27211006)

       Setiap penulisan karya ilmiah/Skripsi pasti memiliki sebuah perbedaan dari satu Universitas dengan Universitas lainnya, baik itu dari segi cover, daftar isi, serta hal-hal yang menjadi pembahasan ataupunformat penulisannya pasti akan berbeda. Begitu pula dengan 3 Universitas yang telah kami bandingkan yaitu Universitas Gunadarma, Universitas Jaya Baya, dan Institute Pertanian Bogor.

Berikut adalah yang kami temukan dalam membandingkan dari ketiga skripsi tersebut yaitu :
1.    Terdapat perbedaan dalam format penyusunan, struktur cover pada 3 Universitas tersebut.
2.    Didalam daftar isi, banyak pula sistem penyusunannya yang berbeda
3.    Bentuk ukuran margin, serta jarak spasi antara satu kata dengan kata lain juga berbeda.

Berikut ini kami tampilkan beberapa perbedaan dalam pembuatan skripsi :
1.        Struktur Cover

a.    Universitas Gunadarma.
·          Nama Universitas
·         Nama Fakutas
·          Logo Universitas
·         Judul Skripsi
·          Identitas Penyusun
·         Tujuan Penyusun
·         Tempat Penyusun
·         Tahun Penyusun
·          
b.    Universitas Jaya Baya
·         Judul Skripsi
·         Identitas Penyusun
·         Logo Universitas
·         Jurusan Penyusun
·         Tempat Penyusun
·         Tahun Penyusun

c.    Institute Pertanian Bogor
·         Judul Skripsi
·         Identitas Penyusun
·         Logo Universitas
·         Jurusan Penyusun
·         Tempat Penyusun
·          Tahun Penyusun
·         Ukuran Margin Kertas

a.    Universitas Gunadarma.
Ukuran Margin Kertas Skripsi pada Universitas Gunadarma adalah “3 – 3 – 4”, serta bentuk kertas yang di gunakan adalah “A4”

b.    Universitas Jaya Baya
Ukuran Margin Kertas Skripsi pada Universitas Jaya Baya adalah “2 – 2 – 4”, serta bentuk kertas yang di gunakan adalah “Letter”

c.    Institute Pertanian Bogor
Ukuran Margin Kertas Skripsi pada Institute Pertanian Bogor adalah “3 – 3 – 4”, serta bentuk kertas yang di gunakan adalah “A4”

BAHASA INDONESIA TUGAS 2


Malioboro

(Paragraf Persuasi )

            Tempat wisata yang menarik dan mengesankan yang langsung terpikirkan di pikiran saya saat mendengar kata Yogjakarta adalah Malioboro. Malioboro adalah pusat belanja dan wisata di Yogyakarta. Pasar yang sudah sangat terkenal ini telah menarik minat saya untuk berkunjung ke tempat ini. Lokasinya startegis, dekat dengan keraton di pusat kota, Yogjakarta. Membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam menuju lokasi dari hotel yang saya tempati.

Untuk wisata kuliner di jogja, masakan gudeg adalah primadona kota ini. Di kota ini juga terdapat makanan tradisional lainnya seperti bakpia, geplak, yangko, dan gethuk. Barang dagangan yang dijual cukup beragam. Umumnya yang dijual adalah barang oleh-oleh; seperti kaos, kalung, gelang, tas batik, dompet ukir, blankon, hingga kain-kain batik. Tidak hanya barang oleh-oleh, jika pengunjung penat berjalan kaki dapat menaiki delman dengan harga yang terjangkau.

            Banyak hal menarik yang saya dapatkan di Malioboro, diantaranya harga barang bisa ditawar, tentunya dengan sedikit "trik" agar dapat membeli dengan harga yang diinginkan. Selain itu, suasana Malioboro yang selalu ramai, khususnya malam hari yang dihiasi dengan lampu-lampu berwarna-warni. Membuat kita berdecak kagum dan tidak akan melupakan suasana Malioboro. Kesan yang saya dapatkan setelah berkunjung ke Malioboro adalah, dapat mengenal tempat-tempat wisata di dalam negeri; khususnya kota Yogjakarta. Dan dapat menunjukkan kekaguman saya akan tempat-tempat wisata di Indonesia. Maka jangan ragu untukberwisata di negeri sendiri karna tidak kalah bagusnya dengan negeri orang silahkan berkunjung ke Yogyakarta.


Malioboro

( Paragraf Deskriptif )

            Malioboro adalah sebuah Jalan sepanjang tidak lebih dari 2 Kilo Meter yang membentang mulai dari persimpangan Rel Kereta Api Stasiun Tugu Yogyakarta diujung utara hingga pertigaan pojokan Gedung Agung diujung Selatan.Malioboro adalah sebuah Jalan legendaris yang menjadi ikon Kota Yogyakarta dengan kehidupan kontras antara siang dan malamnya.
Saat siang hari, ruas Jalan Malioboro dipadati kendaraan para pelancong maupun warga Yogyakarta yang beraktifitas disekitar Jalan Malioboro, sementara dikanan-kiri jalan adalah toko-toko berbagai macam kebutuhan pokok, serta  sepanjang trotoar kaki limanya dijejali  lapak-lapak penjaja souvenir khas Yogyakarta, kemudian diujung selatannya ada pasar Beringharjo, tak ketinggalan sejumlah pusat perbelanjaan dan hotel yang mengguratkan kehidupan perekonomian warga Yogyakarta.
Sebaliknya pada malam hari, Malioboro dipenuhi aroma berbagai sajian kuliner yang menggugah selera, yang terhampar di ratusan tikar Warung lesehan dengan menu khas Gudeg Yogya, Bakmi Jawa, dan berbagai pilihan Ayam/ Burung dara/ Bebek bakar dan goreng. Keriuhan suasana lesehan akan ditimpali oleh alunan sejumlah seniman yang melantunkan musik dan lagu secara nomaden dalam istilah kuno disebut sebagai “mbarang” atau pengamen.
           

BAHASA INDONESIA TUGAS 1



POPULASI FLORA KEBUN RAYA BOGOR BERKURANG

(Paragraf Persuasi menjadi Paragraf Eksposisi)


            Populasi tanaman di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, berkurang karena faktor usia dan bencana alam, seperti angin puting beliung. Tanaman disini sudah berusia ratusan tahun sehingga sangat rentan koleksi pohon tua di kebun raya selama ini tidak di anggap sebagai asset negara, padahal sangat tinggi nilainya dari sisi konservasi dan ilmu pengetahuan. Semakin lama jumlah flora di kebun raya bogor semakin berkurang salah satu pohon yang hilang di kebun raya bogor adalah kelapa sawit, berkurangnya jumlah tanaman mengakibatkan menurunnya jumlah jenis burung yang hidup di kebun raya.